 |
| potret guan yu |
Guan Yu dalam novel Kisah Tiga Negara Pada masa
Pemberontakan Serban Kuning, tepatnya tahun
188, tiga orang rakyat jelata bertemu di kabupaten Zhuo. Mereka adalah Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei, yang memiliki hasrat yang sama untuk berjuang membela negara dan mengembalikan ketentraman bangsa Tiongkok yang sedang bergejolak. Tak lama, mereka bertiga bersumpah sehidup semati untuk menjadi saudara di kebun persik yang terletak di halaman belakang rumah milik Zhang Fei. Liu Bei sebagai kakak tertua, diikuti dengan Guan Yu dan Zhang Fei.
Guan Yu bertempur bersama Liu Bei dan Zhang Fei dalam menumpas
Pemberontakan Serban Kuning. Tak lama, semenjak negeri Tiongkok dikuasai oleh
Dong Zhuo, Liu Bei dan kedua saudaranya bergabung dalam angkatan perang
Gongsun Zan. Gongsun sendiri saat itu ikut dalam suatu koalisi penguasa daerah yang menentang Dong Zhuo. Dong menempatkan
Hua Xiong untuk menjaga celah
Sishui. Hua Xiong seakan tidak terkalahkan setelah membunuh 4 perwira pasukan koalisi, yaitu Bao Zhong, Zu Mao, Yu Shen dan Pan Feng. Guan Yu yang hanya seorang pepanah berkuda menawarkan diri untuk mengalahkan Hua Xiong. Saat tak ada pemimpin koalisi yang percaya, Guan Yu berjanji untuk memberikan kepalanya apabila gagal. Guan Yu kembali dengan kepala Hua Xiong saat anggur merah–yang dituang
Cao Cao sebelum Guan Yu pergi–masih hangat.
Dikenal sebagai seorang jendral yang tangguh, Guan Yu dibujuk Cao Cao untuk menjadi pengikutnya saat ketiga bersaudara tercerai berai karena kejatuhan
Xuzhou dan
Xiapi.
Zhang Liao, seorang jendral Cao Cao dan kawan lama Guan Yu mencoba membujuk sang jendral untuk menyerah. Guan Yu bersedia atas dasar 3 kondisi :
Guan Yu takluk kepada kekaisaran Han, bukan kepada Cao Cao.
Kedua istri Liu Bei harus dilindungi dan diberi penghidupan yang layak
Guan Yu akan segera meninggalkan Cao Cao setelah tahu keberadaan Liu Bei